Ponsel...Antara Kebutuhan, Kecanduan dan Efek Buruk pada Anak
Ponsel saat ini sudah dianggap sebagai satu kebutuhan. Tidak hanya
pada orang dewasa, namun juga pada anak-anak dan remaja. Bahkan tidak
sedikit di antaranya yang telah menjadi pecandu ponsel. Dalam satu
studi, digambarkan pada remaja umur 15-19 tahun telah mengalami
kecanduan ponsel, dan 30% di antaranya merasa tertekan ketika mereka
tidak membawa benda tersebut pergi bersama mereka. Penggunaan telepon
seluler digambarkan seperti penggunaan obat-obatan dan alkohol,
dapat bertindak dengan mengandalkan otak tengah yang terdapat reseptor
candu, sehingga membuat anak-anak ketagihan dalam mengoperasikannya.
Di banyak negara sudah menjadi hal biasa bagi banyak orang untuk memiliki lebih dari satu perangkat ponsel atau gadget. Bahkan antara tahun 2000 dan 2010, para pengguna handphone di negara berpenghasilan rendah dan menengah telah meningkat hingga 1500%. Di negara berkembang, sebanyak 29% pengguna ponsel adalah remaja berusia di bawah 15 tahun. Sementara di negara berpenghasilan tinggi, pengguna ponsel usia belia hanya ada 17% saja. Hal tersebut didukung oleh data dari Kementrian Komunikasi RI, di mana jumlah pegguna ponsel di Indonesia saat ini adalah sekitar 231 juta terdiri dari seluruh lapisan masyarakat termasuk remaja dan anak-anak, angka tersebut hampir menyamai jumlah penduduk Indonesia yaitu sekitar 258 juta jiwa.
Di Perancis, ada larangan terhadap pemasaran ponsel untuk anak-anak. Di Inggris, Sir William Stewart, Ketua Dewan Nasional Perlindungan Radiologis, mengkhawatirkan keamanan radiasi yang dihasilkan ponsel pada pengguna seperti anak-anak. Tetapi gaya hidup modern dan kebutuhan akan kelancaran komunikasi membuat Anda berpikir untuk membelikan anak Anda telepon seluler. Jika Anda tidak melakukannya, Anda mungkin akan mendengar keluhan dari anak Anda karena semua teman-teman mereka memiliki ponsel. Sehingga menjadi pilihan yang sulit, ketika gaya hidup modern menjadi tidak sehat, maka dari itu dibutuhkan suatu peraturan khusus bagi anak Anda yang menggunakan ponsel, seperti:
1.Jangan membelikan anak-anak prasekolah ponsel. Perangkat ini terlalu berbahaya untuk digenggam di tangan terutama di telinga. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa selain tumor otak, pengguna telepon seluler pada anak-anak bisa mengakibatkan kehilangan sensor pendengaran karena dapat mematikan sel-sel syaraf pendengaran (jika mereka menggunakannya selama 1 jam atau lebih dalam sehari). Studi di India menemukan bahwa seseorang yang menggunakan telepon selama 60 menit sehari lebih dari 4 tahun mengalami kerusakan DNA kira-kira 40% pada sel-sel tubuh mereka.
2.Mengutamakan penggunaan teks (sms atau bbm) daripada pengunaan telepon.
3.Ajarkan selalu menggunakan headset bila melakukan panggilan, guna meminimalkan terjadinya radiasi di sel-sel syaraf telinga.
4.Hindari penggunaan telepon pada waktu menjelang tidur, ajarkan pada anak Anda untuk menonaktifkan ponselnya selama tidur sampai keesokan harinya.
5.Hindari penggunaan charger baterai pada saat melakukan panggilan, karena penggunaan charger saat telepon menghasilkan radiasi yang lebih besar dan berbahaya.
6.Pastikan anak Anda menyimpan ponsel dengan baik, baik berupa tempat ponsel atau dimasukkan ke dalam tas dan tidak diletakkan di kantung baju atau celana yang memungkinkan medan elektromagnetik mengurangi produksi melatonin pada tubuh dan meningkatkan senyawa radikal bebas yang dalam tubuh.
Di banyak negara sudah menjadi hal biasa bagi banyak orang untuk memiliki lebih dari satu perangkat ponsel atau gadget. Bahkan antara tahun 2000 dan 2010, para pengguna handphone di negara berpenghasilan rendah dan menengah telah meningkat hingga 1500%. Di negara berkembang, sebanyak 29% pengguna ponsel adalah remaja berusia di bawah 15 tahun. Sementara di negara berpenghasilan tinggi, pengguna ponsel usia belia hanya ada 17% saja. Hal tersebut didukung oleh data dari Kementrian Komunikasi RI, di mana jumlah pegguna ponsel di Indonesia saat ini adalah sekitar 231 juta terdiri dari seluruh lapisan masyarakat termasuk remaja dan anak-anak, angka tersebut hampir menyamai jumlah penduduk Indonesia yaitu sekitar 258 juta jiwa.
Di Perancis, ada larangan terhadap pemasaran ponsel untuk anak-anak. Di Inggris, Sir William Stewart, Ketua Dewan Nasional Perlindungan Radiologis, mengkhawatirkan keamanan radiasi yang dihasilkan ponsel pada pengguna seperti anak-anak. Tetapi gaya hidup modern dan kebutuhan akan kelancaran komunikasi membuat Anda berpikir untuk membelikan anak Anda telepon seluler. Jika Anda tidak melakukannya, Anda mungkin akan mendengar keluhan dari anak Anda karena semua teman-teman mereka memiliki ponsel. Sehingga menjadi pilihan yang sulit, ketika gaya hidup modern menjadi tidak sehat, maka dari itu dibutuhkan suatu peraturan khusus bagi anak Anda yang menggunakan ponsel, seperti:
1.Jangan membelikan anak-anak prasekolah ponsel. Perangkat ini terlalu berbahaya untuk digenggam di tangan terutama di telinga. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa selain tumor otak, pengguna telepon seluler pada anak-anak bisa mengakibatkan kehilangan sensor pendengaran karena dapat mematikan sel-sel syaraf pendengaran (jika mereka menggunakannya selama 1 jam atau lebih dalam sehari). Studi di India menemukan bahwa seseorang yang menggunakan telepon selama 60 menit sehari lebih dari 4 tahun mengalami kerusakan DNA kira-kira 40% pada sel-sel tubuh mereka.
2.Mengutamakan penggunaan teks (sms atau bbm) daripada pengunaan telepon.
3.Ajarkan selalu menggunakan headset bila melakukan panggilan, guna meminimalkan terjadinya radiasi di sel-sel syaraf telinga.
4.Hindari penggunaan telepon pada waktu menjelang tidur, ajarkan pada anak Anda untuk menonaktifkan ponselnya selama tidur sampai keesokan harinya.
5.Hindari penggunaan charger baterai pada saat melakukan panggilan, karena penggunaan charger saat telepon menghasilkan radiasi yang lebih besar dan berbahaya.
6.Pastikan anak Anda menyimpan ponsel dengan baik, baik berupa tempat ponsel atau dimasukkan ke dalam tas dan tidak diletakkan di kantung baju atau celana yang memungkinkan medan elektromagnetik mengurangi produksi melatonin pada tubuh dan meningkatkan senyawa radikal bebas yang dalam tubuh.


No comments:
Post a Comment
Memiliki Pertanyaan??? Hubungi kami segera :
Sms/Whatsapp 0838 9770 3858
Line: TokoGisa
PERHATIAN !!! Toko Gisa hanya memakai kontak yg di atas
kami tidak bertanggung jawab jika ada yang mengatas namakan kami selain kontak di atas ... Terimakasih
Happy Shopping ^.^